Sunday, July 29, 2012

Confessions (2010)

Confessions

Balas dendam. Itulah inti cerita “Confessions”, film Jepang yang rilis tahun 2010. Gw tertarik menonton film ini setelah seorang teman merekomendasikan film ini seraya menyisipkan sedikit komentarnya. “Balas dendam secara psikologis, hampir tanpa darah-darahan,” kurang-lebih itulah yang ia kemukakan tentang “Confessions”.

Nyatanya, film yang menjadi official entry dari Jepang untuk dinominasikan dalam Best Foreign Language Film Academy Awards 2011 (walaupun langkahnya terhenti hanya sampai January Shortlist) ini memang mengagumkan. “Confessions” menceritakan seorang guru SMP sekaligus seorang single-mother, Yuko Moriguchi (diperankan oleh Takako Matsu), yang menyatakan berhenti mengajar kepada murid-muridnya. Di hari terakhir ia mengajar itu, ia memberikan pengakuan tentang adanya dua anak di kelas tersebut yang telah membunuh putri tunggalnya, Minami. Kedua anak tersebut kemungkinan besar tidak akan menerima balasan setimpal atas perbuatan mereka akibat hukum negara yang berlaku. Oleh karena itu, Moriguchi mempersiapkan balas dendam gayanya sendiri untuk menghukum kedua murid tersebut dan mengajarinya tentang arti penting kehidupan.

The Iron Lady (2011)

The Iron Lady
“The Iron Lady” jelas bukanlah sebuah film yang bisa ditonton untuk menjadi hiburan semata: ini film yang (mencoba untuk) menggambarkan kisah hidup sang wanita besi, mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher. “The Iron Lady” mulai menyeruak ke hadapan khalayak perfilman dunia akibat permainan akting yang luar biasa oleh Meryl Streep yang memerankan sang tokoh utama, Margaret Thatcher, hingga ia diganjar penghargaan Oscar dan Golden Globe 2012 serta berbagai penghargaan perfilman bergengsi di dunia.
Pada dasarnya, gw harus jujur bahwa memang akting beliaulah satu-satunya daya tarik film ini. Sebagai film yang ber-genre biography, “The Iron Lady” justru tampil terlalu abstrak. Film ini justru lebih banyak menceritakan kegalauan Margaret Thatcher secara personal; sebaliknya, plot yang disajikan seperti “menolak” menampilkan sepak-terjang sang wanita besi di kancah politik Inggris kala itu. Penekanan script yang ditulis oleh Abi Morgan ini lebih kepada bagaimana Margaret memecah tabu di mana tidak ada wanita yang pernah terjun ke dunia politik Inggris saat itu. IMHO, ini adalah sebuah bentuk salah-fokus: bukankah ketika Anda berbicara tentang seorang tokoh politik maka mau-tidak-mau Anda harus ikut melihat karakter kepemimpinannya di dunia politik itu sendiri, alih-alih lebih banyak berdiskusi tentang konflik-internal si tokoh tersebut?

Sunday, July 22, 2012

Kekecewaan tentang Tragedi Colorado Shooting

Well, I will strictly say that this post is a random one. This is a particular way I choose to share my idea (or, honestly, disappointment) about news currently buzzing.

Jumat malam, 20 Juli 2012,  sekitar jam 12, gw baru balik dari bioskop terdekat setelah menyaksikan “The Dark Knight Rises” sambil mampir ke sebuah tempat makan bersama teman-teman. Pada saat itu, kepala gw masih dipenuhi kekaguman akan how Christopher Nolan created the movie in a very awesome, outstanding way. Dan sepanjang perjalanan pulang kami asyik berdiskusi tentang kerennya film tersebut.

Ketika tiba di kamar dan menyalakan TV, gw belum terlalu notice dengan berita ini. Actually, I kinda forgot whether the news had been spread at that time. The thing is, the next morning I wrote a review on this blog. Finally, I got noticed about this tragedy.

Saturday, July 21, 2012

The Dark Knight Rises (2012)

The Dark Knight Rises
Film penutup trilogi superhero terkeren saat ini telah tiba! This is my most anticipated movie of 2012, and indeed, this movie satisfies me—really satifies me.
Ending agak gantung di “The Dark Knight” membuat “The Dark Knight Rises” (TDKR) begitu spesial. Di film kedua itu, rakyat Gotham City dipaksa percaya bahwa Batman (diperankan oleh Christian Bale) membunuh Harvey Dent (diperankan oleh Aaron Eckhart) dan Batman dikecam sebagai penjahat kota. Kini, setelah absen selama delapan tahun, Batman a.k.a Bruce Wayne terpanggil untuk kembali hadir di tengah-tengah kericuhan kota Gotham akibat ulah Bane (diperankan oleh Tom Hardy) dkk yang berniat menghancurkan kota.

Sunday, July 8, 2012

Takut: Faces of Fear (2008)

Takut
Yap! Setelah sebulan ini vakum, gw balik lagi movie-blogging! Dengan sedikit penampilan baru blog ini, semoga bisa menambah minat para visitors untuk terus mengunjungi blog ini!
Gw memulai aktivitas menonton film gw dengan mencicipi film horror buatan Indonesia, judulnya “Takut: Faces of Fear”. Film produksi tahun 2008 ini sebenarnya adalah sebuat antologi film, yakni film yang di dalamnya terdiri dari film pendek-film pendek dengan cerita yang berdiri sendiri. Ada enam film pendek besutan tujuh sutradara yang berbeda, di mana semuanya mengusung tema “ketakutan”. Di sini, penonton akan diajak untuk mengalami berbagai jenis ketakutan yang berbeda-beda.
Karena enam cerita itu tidak memiliki keterkaitan satu-sama-lain, gw akan me-review satu-per-satu segmen dalam film ini secara terpisah. Let’s check ‘em out!