Sunday, May 20, 2012

The Social Network (2010)

Gw menonton film ini di awal 2011 dan langsung mengagumi film ini. Gw memberi standing ovation untuk film ini sebagai karya perfilman dengan screenplay terkuat yang pernah gw tonton. Hingga kini, gw kerap memutar film ini untuk ditonton kembali dan menghayati setiap baris skenario yang disuguhkan.

“The Social Network” adalah jagoan gw untuk meraih Best Picture dalam Academy Awards yang diselenggarakan akhir Februari 2011 lalu. Sayangnya, walaupun telah menyabet Best Picture – Drama dalam Golden Globe, sihir “The King’s Speech” agaknya masih sulit ditampik oleh para sineas anggota Academy sehingga menjadikannya sebagai Best Picture menyisihkan “The Social Network”. Ya, meski sempat diremehkan sebagai film yang impersonating Facebook, “The Social Network” mulai membungkam para pengolok-olok itu ketika unggul dalam National Board of Review. Jesse Eisenberg, yang kita kenal lewat film “Zombieland”, tak disangka-sangka berhasil meraih Best Actor. Seketika mulailah pandangan publik berganti menjadi dukungan positif bagi film yang selalu meramaikan berbagai ajang penghargaan film di Amerika Serikat ini.

Jujur saja, bagi kalian yang tidak gemar film yang banyak omong, mikir, dan agak datar seperti film ini mungkin akan bertanya-tanya tentang sisi apa dari screenplay film ini yang membawa film ini selalu dijagokan dalam berbagai pentas perfilman. Ini film tentang Facebook, atau lebih khusus lagi tentang kehidupan Mark Zuckerberg dalam merintis situs jejaring sosial nomor wahid di dunia ini. Sempat menimbulkan perdebatan, kisah pendirian Facebook ini ternyata tidak semulus yang kita duga. Mark Zuckerberg (diperankan oleh Jesse Eisenberg) digambarkan sebagai tokoh yang ambisius, apatis, dan keras kepala, walaupun tentu saja kejeniusannya tidak bisa dipungkiri. Dikisahkan bahwa ternyata Mark Zuckerberg “mencuri ide” tentang Facebook dari si kembar Tyler dan Cameron Winklevoss (diperankan oleh Armie Hammer dan Josh Pence, dengan teknik face-off CG komputer) dan Divya Narendra (diperankan oleh Max Minghella) dan “membuang” Eduardo Saverin (diperankan oleh Andrew Garfield yang di-cast jadi the next Spiderman di "The Amazing Spiderman"), kawan sejatinya yang telah membantu mendanai pengembangan Facebook.

Kekuatan screenplay film ini terletak pada dialog-dialog yang cerdas, metaforik, tetapi tidak bertele-tele. Terutama skenario tentang Mark Zuckerberg yang dibawakan dengan sangat brilian dan apik oleh Jesse Eisenberg. Sangat taktis dan menyiratkan banyak makna. Gw kagum. Benar-benar pantas jika Aaron Sorkin, sang kreator screenplay ini, menyabet hampir setiap penghargaan bergengsi di bidang perfilman—termasuk Oscar—atas karya kreatifnya yang memukau ini. Selain itu, keajaiban berikutnya dari film ini adalah kekuatan score yang handal. Sangat berjiwa muda sehingga mampu membawa nuansa dinamis dari film yang mengandalkan keampuhan skenario ini. Dengan tambahan cerita yang memang menarik, gw rasa pantas jika film ini diakui sebagai salah satu karya yang notable dari sutradara David Fincher yang memang telah banyak menelurkan karya perfilman yang berkualitas.

Gw yakin bahwa kekaguman gw terhadap “The Social Network” ini bukan hanya sekedar selera. Film yang jenius dan sarat makna. Terlepas dari apakah kisah yang disuguhkan ini nyata atau fiktif (walaupun sebenarnya ide cerita ini disadur dari buku “The Accidental Billionaire” karya Ben Mezrich yang disusun berdasarkan data-data), tokoh Mark Zuckerberg mampu mengajarkan kita suatu sudut pandang baru dalam melihat kemampuan manusia sebagai tidak hanya kekuatan namun juga kelemahan jika tidak dibarengi dengan kekuatan perasaan. Salah satu karya perfilman terbaik sepanjang masa!



★★★★★

YEAR 2010 GENRE Drama, Biography
CAST Jesse Eisenberg, Andrew Garfield, Justin Timberlake
WRITER Aaron Sorkin DIRECTOR David Fincher

0 replies:

Post a Comment

Share your thoughts!