Thursday, August 23, 2012

How IMDB Rating Works

IMDB Rating

Well, bisa jadi ini topik yang agak berat untuk gw tulis karena ... “ah, tau apa sih lo tentang IMDB, bar...” tapi tidak ada salahnya mencoba kan? Jadi berbekal rasa penasaran yang dibarengi dengan rasa malas (lagi), gw mencoba memulai menulis—atau lebih tepatnya (lagi-lagi) “merangkum”—suatu topik yang mungkin telah menjadi pertanyaan dalam benak kita semua, para pemerhati dan pecinta film. Actually, you can google it by yourself to know more about this. Thus, to make this post seems so different, I try to put my own way of explaining, so you can read it in a more brief, easy-to-understand explanation because I retell you in my own way.

How does IMDB rating work?

Pernah berkunjung ke IMDB kan? Jika Anda browse sebuah film di sana, Anda akan menemukan sesuatu yang disebut IMDB rating, yakni semacam “nilai” seberapa bagus film tersebut di mata para pengguna IMDB yang lain (ingat, IMDB rating ini bukan rating yang diberikan tim IMDB atas suatu film, tetapi user sendiri yang memberikan rating—oleh karena itu, untuk tidak menyesatkan, gw akan menggunakan istilah “user rating” instead of “IMDB rating” for the rest of the post). Pengguna yang telah terdaftar (registered users) bisa memberikan penilaiannya atas suatu film dengan menggeser kursornya di atas rentetan bintang-bintang dari 0 sampai 10, atau memilih dari dropdown menu untuk situs mobile IMDB. Rating yang Anda input akan memengaruhi nilai sebuah film. Memang sih, tidak serta-merta setelah Anda input nilai maka user rating-nya akan berubah. Tetapi, jika itu dipopulasikan dengan registered user lainnya yang jumlahnya mencapai jutaan itu, tentu akan ada perubahan secara signifikan.


IMDB Rating
Perhatikan bagian yang dikotaki kuning. Ada perbedaan antara weighted average dan arithmetic mean

Beberapa di antara Anda mungkin mengira bahwa nilai user rating sebuah film diperoleh dengan cara menghitung nilai rata-rata penilaian per poin (arithmetic mean). Dalam contoh pada gambar, misalnya, nilai 10 akan dikalikan dengan jumlah voter yang memberi nilai 10, nilai 9 akan dikalikan dengan jumlah voter yang memberi nilai 9, dst. Nyatanya, IMDB punya sistem yang berbeda. Mereka menggunakan sistem weighted average (pembobotan). Banyak parameter yang diikutsertakan dalam formula mereka untuk menghasilkan nilai akhir user rating sebuah film. Alasan di balik penggunaan sistem ini adalah untuk menghilangkan unsur ballot stuffing atau vote stuffing, yakni pemberian vote berkali-kali oleh satu user dengan mengubah-ubah vote yang sudah ia berikan (karena pada dasarnya ketika satu user telah memberi vote, maka vote-nya akan tercatat di account IMDB-nya walaupun itu masih bisa diubah-ubah di kemudian hari). Ini menjadi penting karena banyak kasus di mana registered users memberi vote tidak untuk menyampaikan opini atau penilaian mereka terhadap suatu film, tetapi hanya untuk merubah user rating yang sudah ada. Registered users ini, kasarnya, adalah orang-orang iseng yang rasanya gatal melihat suatu film bisa punya rating yang tinggi di IMDB. Nah, hal-hal seperti ini yang ingin dihindari oleh IMDB, demi dihasilkannya user rating yang jujur mewakili opini users.

Sayangnya, formula dan sistem weighted average yang digunakan IMDB tidak dibocorkan kepada publik. Jelas memang, jika IMDB memberi tahu secara gamblang hal-hal tersebut, bisa jadi ada banyak user yang pengen “mengakali” gimana caranya suatu film bisa dapat rating tinggi atau rendah. Sistem weighted average ini, dibandingkan dengan sistem arithmetic mean, bisa memberikan hasil yang jauh berbeda. Pada gambar di atas, misalnya, film “The Shawshank Redemption” yang menduduki rank #1 "Top 250" IMDB itu memiliki nilai weighted average 9.3, padahal nilai arithmetic mean-nya 9,1

"Top 250"

Nah, yang bikin IMDB jadi lebih menarik adalah adanya fitur “Top 250”. “Top 250” ini mendaftar 250 film di IMDB yang memiliki user rating tertinggi dari jutaan film lainnya dalam database IMDB. Ingat, yang bisa masuk “Top 250” hanyalah full-length theatrical movies. Film pendek, film televisi (FTV), TV-series, atau film dokumenter ga diikutsertakan dalam “Top 250”. Plus, hanya film dengan jumlah vote minimal 25.000 vote dan berdurasi minimal 45 menitlah yang bisa masuk “Top 250”.

Uniknya, IMDB punya sistem yang berbeda lagi untuk menentukan peringkat dalam “Top 250”. Rating untuk “Top 250” didasarkan pada vote dari para regular voters. Apa itu regular voters? Pada dasarnya, regular voters adalah bagian dari registered users, tetapi parameter untuk menentukan apakah satu registered user merupakan regular voter atau tidak itu dirahasiakan oleh IMDB lagi-lagi untuk menjaga netralitas dan efektivitas user rating. IMDB memiliki semacam formula yang disadur dari teori Bayesian statistics yang dinilai memiliki kredibilitas yang cukup baik. Rumusnya adalah



W =  hasil akhir rating (weighted rating)
R = nilai rating rata-rata atas suatu film
v = jumlah vote atas suatu film
m = jumlah vote minimum “Top 250” (yakni 25.000)
C = nilai rating rata-rata dari keseluruhan report (saat ini 7.1)

See? Itu sebabnya, kadang-kadang user rating di page “Top 250” dengan page filmnya sendiri itu berbeda. “The Shawshank Redemption”, misalnya, memiliki nilai 9.2 di halaman “Top 250”. Padahal, di halamannya sendiri, nilainya 9.3. Dengan formula di atas, sebenarnya bisa disimpulkan secara tersirat bahwa film dengan jumlah vote yang banyak dari regular voters DAN nilai rating yang tinggi-lah yang punya peluang berada di peringkat yang lebih tinggi di “Top 250”. Gw menekankan kata “dan” di kalimat tersebut karena dua hal di atas harus sama-sama terpenuhi, karena jika jumlah vote-nya tinggi tetapi nilai rating-nya biasa-biasa saja, atau sebaliknya, pengaruhnya tidak akan besar.

IMDB Rating
Gambar atas: halaman "The Shawshank Redemption". Gambar bawah: halaman "Top 250" IMDB

Jangan khawatir dengan IMDB yang menggunakan hanya satu angka setelah koma untuk menampilkan rating-nya karena pastinya IMDB memperhatikan angka-angka tersebut secara mendetil. Lihat saja, di “Top 250”,  ada 60 film dengan rating 8.0! Tetapi nyatanya mereka tetap memiliki urutan peringkat sendiri-sendiri (tidak diurutkan secara alfabetis atau lainnya). Ini berarti IMDB memperhatikan secara detil nilai rating hingga perseribuan atau mungkin perseratusribuan, walaupun yang ditampilkan hanya sampai digit persepuluhan.

Jadi, apakah kini Anda sudah semakin jelas dengan IMDB rating? Hebat ya, situs ini. Begitu seriusnya tim di balik IMDB mempersiapkan segalanya sematang mungkin sehingga jauh dari kesan asal-asalan. FYI, IMDB diciptakan oleh Col Needham dan launching tanggal 17 Oktober 1990. Kini, IMDB dimiliki oleh Amazon. Di Indonesia, kira-kira ada ga ya yang mau bikin situs sekomprehensif IMDB ini? :D 
Categories:

6 comments:

  1. Sayangnya banyak penonton yang terlalu "IMDB-minded" jadi kalo IMDB bilang bagus dia bilang bagus juga hehe
    Orang-orang emang butuh pengetahuan tentang IMDB kayak posting diatas, mantap!

    Saya sih lebih prefer Rotten Tomatoes kalo buat cari referensi :D

    ReplyDelete
  2. ya, kadang2 rating IMDB itu suka bias (banyak juga film yg di IMDB ratingnya tinggi tapi kok setelah gw tonton filmnya biasa2 aja...)


    tapi jelas, info film di IMDB itu emang paling lengkap dibanding situs film yg lain.

    ReplyDelete
  3. Banget tuh, sampai make-up segala aja ada haha

    ReplyDelete
  4. salut gw ama Kualitas IMDb .. gimana eggk coba amppe tai2ny tu Pelm di sertain jg hehehehehe cth: makeup artis dll

    ReplyDelete
  5. Wah ini tulisan yang selama ini ane cari2. Udah lama penasaran sama IMDB. Thanks ya udah berbagi :D

    ReplyDelete
  6. brp jumlah film dalam imdb ini sampai maret2017 ini??

    ReplyDelete

Share your thoughts!